Tokoh-Tokoh Analisis Wacana Kritis
AWK Ideologi
AWK Konteks Sosial
Disusun oleh:
IRWAN FADLI
P0500214003
Analisis wacana merupakan disiplin ilmu yang bersumber dari
rumpun keilmuan barat berkembang pada tahun 70-an. Pada dasarnya, Analisis
wacana ini mucul sebagai mediasi demi menemukan korelasi antara apa yang
diujarkan, apa yang dimaksud dan apa yang dipahami dalam suatu konteks
tertentu.
Kenyataan bahawa analisis wacana ini bersumber dari keilmuan
barat, dapat dilihat dari beberapa tokoh serta pandangan di belakangnya. Beberapa
tokoh yang dimaksud, antara lain :
1. Michel Foucault: Wacana menurut Foucault bukan
hanya sebagai rangkaian kata atau proposisi dalam teks, melainkan sesuatu yang
memproduksi sesuatu yang lain.
2. Roger Fowler, Robert Hodge,
Gunther Kress, dan Tony Trew (Fowler dkk) : Dalam membangun model analisisinya, mereka mendasarkan pada
penjelasan Halliday mengenai struktur dan fungsi bahasa yang menjadi struktur
tata bahasa, Dalam praktik penggunaan tata bahasa, maka kosa kata merupakan
pilihan kata (diksi) untuk mengetahui praktik ideologi.
3. Theo Van Leeuwen : Ada dua pusat perhatian dalam
analisis Van Leeuwen, yaitu; Proses pengeluaran (eksklusi) dan Proses pemasukan (inklusi)
4.
Sara Mills : Ada dua konsep dasar yang
diperhatikan yaitu posisi Subyek-Obyek,
menempatkan representasi sebagai bagian
terpenting. Selain posisi aktor dalam teks, Sara Mills juga memusatkan
perhatian pada bagaimana pembaca dan penulis bisa ditampilkan.
5. Teun A. Van Dijk: Wacana menurut Van Dijk
memiliki tiga dimensi : teks, kognisi sosial dan konteks.
6. Norman Fairclough: Fairclough membagi wacana
dalam tiga dimensi yaitu teks, discourse
practice, dan Sociocultural Practice
.
Wacana ideologi merupakan
salah satu kajian analisis wacana secara kritis, di mana ideology merupakan
gagasan-gagasan atau ide. Secara harafiah ideology
berarti ilmu tentang ide-ide sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu dan
pengetahuan.
Studi kritis terhadap
bahasa menyoroti bagaimana konvensi dan praktik berbahasa terkait dengan
hubungan kekuasaan dan proses ideologis yang sering tidak disadari oleh
masyarakat. Beberapa pokok pikiran tentang studi kritis terhadap bahasa adalah:
- Wacana dibentuk oleh masyarakat
- Wacana membantu membentuk dan mengubah pengetahuan serta objek-objeknya, hubungan sosial, dan identitas sosial
- Wacana dibentuk oleh hubungan kekuasaan dan terkait dengan ideologi
- Pembentukan wacana menandai adanya tarik-ulur kekuasaan (power struggles)
- Wacana mengkaji bagaimana masyarakat dan wacana saling membentuk satu sama lain
Selain itu, dibahas pula mengenai wacana kritis dalam konteks sosial, di
mana Analisis wacana kritis dalam konteks sosial ini mempertimbangkan konteks
dari wacana seperti latar, situasi, peristiwa, dan kondisi. Wacana dipandang,
diproduksi, dimengerti, dan dianalisis pada suatu konteks tertentu. Mengikuti
Guy Cook, analisis wacana juga memeriksa konteks dari komunikasi : siapa yang
mengomunikasikan, dengan siapa dan mengapa, dalam jenis khalayak dan situasi apa, melalui medium apa, bagaimana
perbedaan tipe dan perkembangan komunikasi, dan hubungan untuk masing-masing
pihak.
Dalam analisis wacana konteks sosial, terdapat tiga hal yang menjadi
sentaralnya, yaitu: teks, konteks, dan wacana.
·
Teks adalah semua bentuk bahasa,
bukan hanya kata-kata yang tercetak di lembar kertas, tetapi semua jenis
ekspresi komunikasi.
·
Konteks adalah memasukan semua jenis
situasi dan hal yang berada diluar teks dan mempengaruhi pemakaian bahasa,
situasi dimana teks itu diproduksi serta fungsi yang dimaksudkan.
·
Wacana dimaknai sebagai konteks dan
teks secara bersama.
Dari hasil pemaparan kelompok, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yang
sekaligus menjadi tambahan pengetahuan baru bagi peserta diskusi. Pengetahuan
yang dimaksud adalah adanya pengetahuan mengenai tokoh-tokoh Analisis wacana kritis serta
pandangan-pandangannya, adanya pemahaman mengenai bagaimana menganalisis wacana
ideology, serta bagaimana menganalisis wacana berdasarkan suatu konteks sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar