Minggu, 08 Maret 2015

REFLEKSI HASIL DISKUSI KELOMPOK 3


Tokoh-Tokoh Analisis Wacana Kritis
AWK Ideologi
AWK Konteks Sosial
Disusun oleh:
IRWAN FADLI
P0500214003
Analisis wacana merupakan disiplin ilmu yang bersumber dari rumpun keilmuan barat berkembang pada tahun 70-an. Pada dasarnya, Analisis wacana ini mucul sebagai mediasi demi menemukan korelasi antara apa yang diujarkan, apa yang dimaksud dan apa yang dipahami dalam suatu konteks tertentu.
Kenyataan bahawa analisis wacana ini bersumber dari keilmuan barat, dapat dilihat dari beberapa tokoh serta pandangan di belakangnya. Beberapa tokoh yang dimaksud, antara lain :
1.      Michel Foucault: Wacana menurut Foucault bukan hanya sebagai rangkaian kata atau proposisi dalam teks, melainkan sesuatu yang memproduksi sesuatu yang lain.
2.      Roger Fowler, Robert Hodge, Gunther Kress, dan Tony Trew (Fowler dkk) : Dalam membangun model analisisinya, mereka mendasarkan pada penjelasan Halliday mengenai struktur dan fungsi bahasa yang menjadi struktur tata bahasa, Dalam praktik penggunaan tata bahasa, maka kosa kata merupakan pilihan kata (diksi) untuk mengetahui praktik ideologi.
3.      Theo Van Leeuwen : Ada dua pusat perhatian dalam analisis Van Leeuwen, yaitu; Proses pengeluaran (eksklusi) dan Proses pemasukan (inklusi)
4.      Sara Mills : Ada dua konsep dasar yang diperhatikan  yaitu posisi Subyek-Obyek, menempatkan representasi  sebagai bagian terpenting. Selain posisi aktor dalam teks, Sara Mills juga memusatkan perhatian pada bagaimana pembaca dan penulis bisa ditampilkan.
5.      Teun A. Van Dijk: Wacana menurut Van Dijk memiliki tiga dimensi : teks, kognisi sosial dan konteks.
6.      Norman Fairclough: Fairclough membagi wacana dalam tiga dimensi yaitu teks, discourse practice, dan Sociocultural Practice .
 
Wacana ideologi merupakan salah satu kajian analisis wacana secara kritis, di mana ideology merupakan gagasan-gagasan atau ide. Secara harafiah ideology berarti ilmu tentang ide-ide sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu dan pengetahuan.
Studi kritis terhadap bahasa menyoroti bagaimana konvensi dan praktik berbahasa terkait dengan hubungan kekuasaan dan proses ideologis yang sering tidak disadari oleh masyarakat. Beberapa pokok pikiran tentang studi kritis terhadap bahasa adalah:
  • Wacana dibentuk oleh masyarakat
  • Wacana membantu membentuk dan mengubah pengetahuan serta objek-objeknya, hubungan sosial, dan identitas sosial
  • Wacana dibentuk oleh hubungan kekuasaan dan terkait dengan ideologi
  • Pembentukan wacana menandai adanya tarik-ulur kekuasaan (power struggles)
  • Wacana mengkaji bagaimana masyarakat dan wacana saling membentuk satu sama lain
Selain itu, dibahas pula mengenai wacana kritis dalam konteks sosial, di mana Analisis wacana kritis dalam konteks sosial ini mempertimbangkan konteks dari wacana seperti latar, situasi, peristiwa, dan kondisi. Wacana dipandang, diproduksi, dimengerti, dan dianalisis pada suatu konteks tertentu. Mengikuti Guy Cook, analisis wacana juga memeriksa konteks dari komunikasi : siapa yang mengomunikasikan, dengan siapa dan mengapa, dalam jenis khalayak dan  situasi apa, melalui medium apa, bagaimana perbedaan tipe dan perkembangan komunikasi, dan hubungan untuk masing-masing pihak.
Dalam analisis wacana konteks sosial, terdapat tiga hal yang menjadi sentaralnya, yaitu: teks, konteks, dan wacana.
·         Teks adalah semua bentuk bahasa, bukan hanya kata-kata yang tercetak di lembar kertas, tetapi semua jenis ekspresi komunikasi.
·         Konteks adalah memasukan semua jenis situasi dan hal yang berada diluar teks dan mempengaruhi pemakaian bahasa, situasi dimana teks itu diproduksi serta fungsi yang dimaksudkan.
·         Wacana dimaknai sebagai konteks dan teks secara bersama.
Dari hasil pemaparan kelompok, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yang sekaligus menjadi tambahan pengetahuan baru bagi peserta diskusi. Pengetahuan yang dimaksud adalah adanya pengetahuan mengenai tokoh-tokoh Analisis wacana kritis serta pandangan-pandangannya, adanya pemahaman mengenai bagaimana menganalisis wacana ideology, serta bagaimana menganalisis wacana berdasarkan suatu konteks sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar