(Linguistik Kritis Vs Analisis Wacana Kritis)
Disusun oleh:
IRWAN FADLI
P0500214003
P0500214003
Bahasa tidak
hanya sebagai alat atau media komunikasi, tetapi juga dapat digunakan
untuk menganalisis suatu masalah atau gejala sosial yang terjadi di
dalam kehidupan masyarakat.
Dalam persentasi kelompok dua, pemateri memaparkan sebanyak empat pokok permasalahan yang didiskusikan.
- Pertama, menjelaskan maksud atau pengertian atau pun defenisi mengenai linguistik kritis dan analisis wacana kritis.
- kedua, menjelaskan perbedaan antara analisis wacana dan analisis wacana kritis.
- Ketiga, menjelaskan prinsip-prinsip umum dalam wacana kritis.
- Keempat, memberikan beberapa pendekatan utama dalam upaya menganalisis wacana kritis.
Telah dipaparkan bahwa linguistik kritis merupakan kajian ilmu bahasa yang menganalisis mengenai hubungan-hubungan kekuasaan tersembunyi beserta berbagai proses ideologis yang terdapat dalam teks lisan maupun tulisan.
Untuk membedakan antara analisis wacana dan analisis wacana kritis, dapat diketahui berdasarkan:
a.
analisis wacana, sebagai contoh; keadaan yang rasis (Perbedaan Ras) ,
seksis, atu ketimpangan dari kehidupan sosial dipandang sebagai suatu
common sense, suatu kewajaran/alamiah, dan memang seperti itu
kenyataannya.
b.
Analisis wacana kritis melihat bahasa sebagai faktor penting yakni
bagaimana bahasa digunakan untuk melihat ketimpangan kekuasaan yang yang
terjadi di masyarakat.
Analisis wacana
kritis memiliki beberapa prinsip dalam perannya mengkaji persoalan
wacana publik. Perinsip tersebut adalah sebagai berikut:
- Analisis wacana kritis berhubungan dengan masalah sosial.
- Analisis wacana kritis mengkaji kekuasaan dalam wacana dan atas wacana.
- Budaya dan masyarakat secara dialektis berhubungan dengan wacana masyarakat dan budaya dibentuk oleh wacana dan sekaligus menyusun wacana. Setiap kejadian tunggal penggunaan bahasa memproduksi dan mentranformasi masyarakat dan budaya, termasuk relasi kekuasaan.
- Penggunaan bahasa bisa bersifat ideologis, untuk memastikannya teks perlu dianalisis guna meneliti interpretasi, penerimaan dan efek sosialnya.
- Wacana bersifat historis dan hanya bisa dipahami terkait dengan konteksnya.
- Hubungan antara teks dan masyarakat itu bersifat tidak langsung tetapi termanifestasi melalui perantara, seperti modelsosiso-kognitif yang kita kembangkan, sebagaimana yang dikemukakan dalam model pemahaman teks secara sosiopsikologis.
- Analisis kritis menyiratkan adanya suatu metodologi sistematis dan hubungan antara teks dan kondisi sosial, ideologi, dan relasi kekuasaan. Interpretasi senantiasa bersifat dinamis dan terbuka bagi konteks dan informasi baru.
- Analisis wacana kritis dipahami sebagai sebuah disiplin ilmu ilmiah sosial yang eksplisif antara fokus perhatiannya dan cenderung menerapkan penemuannya pada permasalahan praktis
Selain beberapa
prinsip yang telah dikemukakan, berikut telah ditambahkan beberapa
pendekatan sebagaimana yang telah dipaparkan oleh pemateri:
1. Pendekatan analisis bahasa kritis
Inti dari
analisis bahasa kritis adalah melihat bagaimana gramatika bahasa membawa
posisi dan makna ideologi tertentu, atau dengan kata lain bahawa aspek
ideologi itu diamati dengan melihat pilihan bahasa dan struktur tata
bahasa yang dipakai.
2. Analisis wacana pendekatan prancis
Pendekatan ini
menekankan bagaimana seseorang ditempatkan secara imajiner (pengkhayal)
dalam posisi tertentu, wacana menyediakan efek ideologis berupa
pemosisian ideologi seseorang.
3. Pendekatan kognisi sosial
Pendekatan ini
melihat faktor kognisi (pengamatan) sebagai elemen penting dalam
produksi wacana, tetapi juga menyertakan bagaimana wacana itu
diproduksi.
4. Pendekatan perubahan sosial.
Pendekatan ini
memusatkan perhatian pada bagaimana wacana dan analisis sosial. Wacana
disini dipandang sebagai praktik sosial ada hubungan dialektis (sesuai
dengan kenyataan) antara praktik diskursif terebut dengan identitas dan
relasi sosial, wacana juga melekat dalam situasi, institusi dan kelas
sosial tertentu.
5. Pendekatan wacana sejarah
Pendekatan ini
bertujuan menunjukkan bagaimana wacana seksisme, antisemit, rasialisme,
dalam media dan masyarakat kontemporer. Wacana ini dapat berupa
penggambaran yang buruk tentang rasis atau suatu kelompok , menurutnya
terbangun lewat prroses sejarah yang panjang, prasangka, bias,
misinterpretasi, dan sebagainnya harus dibongkar dengan melakukan
tinjauan sejarah karena prasangka ituadalah peninggalan atau warisan
lama yang panjang.
Melalui
pemaparan pemateri dalam diskusi kedua ini, dapat ditarik bebrapa
pengetahuan baru bagi setiap peserta diskusi. Yaitu; pengetahuan
mengenai maksud atau pengertian atau pun defenisi mengenai linguistik
kritis dan analisis wacana kritis, perbedaan antara analisis wacana dan
analisis wacana kritis, beberapa prinsip-prinsip umum dalam wacana
kritis, serta beberapa bentuk pendekatan utama dalam upaya menganalisis
suatu wacana secara kritis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar