REFLEKSI HASIL DISKUSI
KELOMPOK I
Studi wacana, Wacana sebagai realitas dan media komunikasi,
Analisis wacana, dan Jenis pemakaian wujud wacana
Disusun oleh:
IRWAN FADLI
P0500214003
Pada diskusi
kelompok pertama, dapat diketahui mengenai beberapa hal baik apa yang
telah dipaparkan, maupun yang bersumber dari hasil tanya jawab yang
telah dilakukan. Hal yang telah diketahui bersama tersebut mengenai apa
yang dimaksud dengan studi wacana, bagaimana wacana sebagai realitas dan
media komunikas, apa yang dimaksud dengan analisis wacana, dan apa saja
jenis pemakaian wujud wacana tersebut.
Pada umumnya,
Wacana merupakan satuan bahasa terlengkap daripada fonem, morfem, kata,
klausa atau kalimat dengan sangat koherensi (makna semantis dalam dalam
suatu wacana) dan kohesi (padanan kalimat dalam sebuah paragraf yang
terdapat pada wacana) dan berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal
dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan atau pun dengan cara
tertulis.
Dari segi
realitas, sebuah wacana dipandang sebagai bentuk rangkaian kebahasaan
dengan semua kelengkapan struktur bahasa seperti apa adanya. Selain
kebahasaan, wacana dapat juga berwujud sebagai rangkaian non bahasa,
misalnya rangkaian isyarat dan rangkaian tanda-tanda yang bermakna yang
telah disepakati oleh sebagian kelompok masyarakat untuk digunakan
bersama dalam suatu peristiwa berbahasa yang dilakukan.
Dari segi
komunikasi, wacana dianggap sebagai bentuk penyampaian pesan, baik
disampaikan secara tertulis, mau pun secara tidak tertulis. Namun,
umunya komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang
dapat dimengerti oleh kedua pihak yang terlibat dalam proses komunikasi.
Analisis wacana
yang merupakan usaha untuk memahami suatu bahasa tentunya memiliki
manfaat dalam proses belajar bahasa dan perilaku berbahasa. Analisis
wacana dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan. Pendekatan yang
digunakan dalam analisis wacana adalah sebagai berikut :
a. Teori
wacana Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe, adalah pendekatan yang
berfokus pada wacana yang mengkonstruk makna dalam dunia sosial, karena
bahasa tidak stabil dan tidak pernah permananen.
b.
Analisis wacana kritis, adalah pendekatan yang menekankan peran aktif
wacana dalam mengonstruk perubahan di dunia sosial, karena penggunaan
bahasa kongkret berdasarkan kesepakatan masyarakat.
c.
Psikologi kewacanaan, adalah pendekatan yang menganalisis wacana dalam
skala besar dan memiliki fokus persoalan khusus pengguna bahasa dalam
interaksi sosial yakni psikologi kewacanaan seseorang dalam suatu
masyarakat.
Jenis pemakaian
wujud wacana sangat beragam, hal tersebut sesuai dengan pendapat para
pakar. Jenis tersebut meliputi, wacana berdasarkan fungsi bahasa, wacana
berdasarkan potensi kajiannya, wacana berdasarkan bentuk dan jenisnya,
wacana berdasarkan pemaparan dan penyusunannya, wacana berdasarkan
pemaparan dan penyusunannya, dan wacana berdasarkan media komunikasinya
1. Wacana berdasarkan fungsi bahasa
Merujuk
pendapat Leech (1974, dalam Kushartanti dan Lauder, 2008:91) tentang
fungsi bahasa, wacana dapat diklasifikasi sebagai, wacana ekspresif,
wacana fatis, wacana informasional, wacana estetik, dan wacana direktif.
2. Wacana berdasarkan potensi kajiannya
Menurut
Djajasudarma (1994:6), jenis wacana dapat dikaji dari segi eksistensinya
(realitasnya), media komunikasi, cara pemaparan, dan jenis pemakaian.
3. Wacana berdasarkan bentuk dan jenisnya
Wacana berdasarkan bentuk dan jenisnya dibedakan menjadi wacana naratif, deskriptif, ekspositoris, persuasif dan argumentatif.
4. Wacana berdasarkan pemaparan dan penyusunannya
Wacana
berdasarkan pemaparan dan penyusunan, isi, dan sifatnya. Llamzon, 1984
(Syamsuddin, 1992: 9) membedakan ke dalam: wacana naratif, wacana
procedural, wacana hortatorik, wacana ekspositorik, dan wacana
deskriptif
5. Wacana berdasarkan penuturnya
Berdasarkan jumlah penuturnya, wacana dibedakan pula ke dalam wacana monolog dan wacana dialog.
- Monolog merupakan wacana yang diungkapkan seseorang sesuai dengan tujuan dan perasaannya yang dialamatkan kepada diri sendiri atau pun orang lain
- Dialog yaitu situasi komunikasi antara penyapa dan pesapa. Dengan kata lain pertukaran tuturan antar dua orang.
6. Wacana berdasarkan media komunikasinya
Titscher,
Stefan dkk, (dalam Darma, 2000: 43 – 44) menjelaskan bahwa wacana
tulisan memiliki ciri-ciri: Kohesi, Koherensi, Internasionalitas,
Ekspatibilitas, Informativitas, Situasionalitas, Intertekstualitas.
Setelah
pemaparan dan diskusi dilakukan, maka dapat ditarik sebuah kesimpulan
yang sekaligus dapat menjadi tambahan pengetahuan yang baru, baik bagi
peserta diskusi maupun bagi pemateri. Pengetahuan yang dimaksud adalah
adanya pemahaman baru mengenai Studi wacana, Wacana sebagai realitas dan
media komunikasi,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar