Senin, 09 Maret 2015

REFLEKSI AWK NILA PUSPITASARI 1-4




ANALISIS WACANA KRITIS
(Kumpulan Refleksi)

NILA PUSPITA SARI
P0500214006


REFLEKSI I (Senin, 9 Februari 2015)
Analisis wacana kritis merupakan hal baru dalam bidang linguistik yang diperkenalkan semester ini. Awalnya mendengar kata wacana, pemikiran awal hanya menyangkut arti kata wacana itu sendiri yang sering diungkap dimedia, baik cetak maupun elektronik dimana berdasarkan konteksnya dimaknai sebagai issue, seperti pada penggalan kalimat “penahanan Mandra sebagai tersangka oleh pihak kepolisisn bukanlah hanya sekedar wacana. Namun, bila merujuk pada KBBI 2008, makna wacana tersebut tidak termasuk salah satu dari kelima makna wacana yang tertera dalam KBBI. Oleh sebab itu, perlu kembali melihat makna sebenarnya dari wacana tersebut.
Dalam kaca mata linguistik, secara sederhana wacana dimaknai sebagai unit analisis akhir yang lebih kompleks dari kalimat, dimana wacana juga merupakan bagian dari unsur-unsur kebahasaan. Ada beberapa istilah wacana yang coba dikemukakan oleh para ilmuwan, yang salah satunya ialah J.S Badudu, mendefinisikan wacana sebagai rentetan kalimat yang berkaitan dengan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan yang lainnya, membentuk satu kesatuan, sehingga membentuk makna yang serasi diantara kalimat-kalimat itu. Selanjutnya, wacana merupakan satuan bahasa terlengkap, tertinggi atau terbesar di atas kalimat atau klausa dengan keherensi dan kohesi tinggi yang berkesinambungan, yang mampu mempunyai awal dan akhir yang nyata, yang disampaikan secara lisan maupun tertulis.

Analisis Wacana Kritis berdasarkan Teori Michel Foucault

ANALISIS WACANA
(Analisis Pemikiran/ Teori Michel Foucault dalam sebuah Teks Wacana)
Dosen :  Dr.Gusnawaty, M.Hum.

DEVI YANTI 
NPM : P0500214001



Yakult (ヤクルト Yakuruto?) adalah minuman probiotik mirip yogurt yang dibuat dari fermentasi skimmed milk dan gula dengan bakteriLactobacillus casei. Karena L. casei Shirota dapat ditemui dalam sistem pencernaan, Yakult dipromosikan sebagai minuman yang baik untuk kesehatan.
Namanya berasal dari jahurto, bahasa Esperanto untuk "yoghurt". Yakult ditemukan oleh doktor Minoru Shirota pada 1930. Pada 1935, ia mendirikan Yakult Honsha Co., Ltd. (株式会社ヤクルト本社 Kabushiki-gaisha Yakuruto Honsha?) untuk memasarkan minuman ini. Sejak saat itu, Yakult telah memperkenalkan berbagai minuman yang mengandung bakteri Bifidobacterium breve, dan telah menggunakan lactobacilli untuk mengembangkan kosmetika. Yakult Honsha juga memainkan peran penting dalam penelitian obatkemotrapi irinotecan.
Yakult juga memiliki salah satu tim bisbol terbesar di Jepang, Tokyo Yakult Swallows.
Saat ini, Yakult diproduksi dan dijual di JepangAsiaAustraliaAmerika Latin, dan Eropa, walaupun bakterinya masih diimpor dari Jepang. (id.wikipedia.org/wiki/yakult)


REFLEKSI AWK NURLIAH

REFLEKSI MINGGU KEDUA
Nurliah
P0500214011
Pembahasan pada minggu kedua rumusan masalahnya yaitu mengenai:  Apa yang dimaksud dengan linguistik kritis dan analisis wacana kritis?, Apakah perbedaan analisis wacana dengan analisis  wacana kritis?, Bagaimanakah prinsip-prinsip umum wacana kritis?, Apa sajakah pendekatan utama dalam analisis wacana kritis?.
Di minggu ini saya sebagai pembawa materi bersama dengan ka’ devi namun karena kesehatan saya sedikit terganggu akhirnya membuat saya tidak dapat hadir dan menyebabkan ka’devi mempresentasikannya seorang diri, yang di awal sebelum prentasi itu kami telah membagi tugas dalam presentasikan materi tersebut.
Di pembahasan ini kami mencoba memberikan pemahaman mengenai apa yang dimaksud dengan linguistic kritis dan analisis wacana? Ada beberapa pendapat yang kami kutip satu diantaraya yaitu; Linguistik kritis (critical linguistics) merupakan kajian ilmu bahasa yang bertujuan mengungkapkan relasi-relasi antara kuasa tersembunyi (hidden power) dan proses-proses ideologis yang muncul dalam teks-teks lisan atau tulisan (Crystal,1991: 90 dalam Santoso,2007:5) maksudnya disini ialah bahwa dalam linguistic kritis ilmu bahasa itu memiiki kuasa yang tersembunyi yang tujuannya untuk mengungkap hubungan atau relasi-relasi dan proses ideologis yang muncul secara lisan atau tulisan sedangkan Menurut Fairclough dan Wodak (1989)  mengenai  analisis wacana kritis melihat wacana, pemakaian bahasa dalam tuturan dan tulisan sebagai bentuk dari praktik sosial. Menggambarkan wacana sebagai praktik sosial menyebabkan

Refleksi Kelompok 2 oleh Devi Yanti

ANALISIS WACANA

(Refleksi Linguistik Kritis Versus Analisis Wacana Kritis)

Dosen :  Dr.Gusnawaty, M.Hum.

DEVI YANTI
P0500214001


Bahasa tidak hanya sebagai alat atau media komunikasi, tetapi juga sebagai alat untuk menganalisis suatu masalah atau gejala sosial yang terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hal ini juga erat kaitannya dengan linguistik kritis dan analisis wacana kritis.
Linguistik kritis (critical linguistics) merupakan kajian ilmu bahasa yang bertujuan mengungkapkan relasi-relasi antara kuasa tersembunyi (hidden power) dan proses-proses ideologis yang muncul dalam teks-teks lisan atau tulisan (Crystal,1991: 90 dalam Santoso,2007:5)
Dengan kata lain berdasarkan pendapat diatas dapat dikatakan bahwa linguistik kritis merupakan kajian ilmu bahasa yang menganalisis mengenai hubungan-hubungan kekuasaan tersembunyi beserta proses-proses ideologis yang terdapat dalam teks-teks lisan maupun tulisan.

Minggu, 08 Maret 2015

REFLEKSI MARIA ARNOLDIA DADJAN URAN 1-4

Maria Arnoldia Dadjanuran
P0500214005

REFLEKSI ANALISIS WACANA KRITIS I 

Pada tanggal 9 februari 2015 merupakan pertemuan Analisis Wacana Kritis (AWK) yang ke dua, saya berada di Larantuka, karena ada beberapa pekerjaan yang belum bisa ditingalkan. Walaupun begitu sibuk, saya tetap berusaha mencari informasi mengenai perkuliahan (AWK). Saya menelpon ke salah satu teman dan bertanya bagaimana perkuliahan hari ini dan bagaimana presentasi kelompok pertama tadi?. Saya mendapatkan informasi bahwa perkuliahannya berjalan dengan lancar dan ada ilmu baru lagi yang di peroleh.

Kami berbincang hanya sekejap saja mengenai perkuliahan hari itu dan juga mengenai materi AWK yang baru dipresentasikan oleh kelompok pertama, yakni analisis wacana dan jenis-jenisnya serta koherensi dan kohesinya. Namun belum banyak yang saya dapatkan saat itu. Saya sadar masih sangat kurang bagi saya untuk memahami materi tersebut dan perlu belajar banyak. Hal positif yang saya peroleh pada hari itu yakni perasaan sesal saat saya tidak mengikuti presentasi kelompok pertama tersebut, selain itu kerinduan akan menerima pelajaran dari dosen dan belajar bersama teman-teman serta keinginan untuk mengetahui dan mempelajari ilmu-ilmu dari mata kuliah diberikan semester itu. Hal itu membuat saya, berkata pada diri sendiri, saya harus segera kembali ke Makassar dan menjalani rutinitas sebagai mahasiswa. 


REFLEKSI SITI UMI SALAMAH 4


SITI UMI SALAMAH
P0500214008

REFLEKSI DISKUSI TENTANG TOKOH AWK, IDEOLOGI DAN KONTEKS SOSIAL
(PERTEMUAN TGL. 2-3-2015)
           
Pada hari ini kelompok kami (saya dan Nila) yang menjadi presenter Materi tentang Analisis Wacana Kritis (Tokoh, Ideologi dan Konteks Sosial). Dengan persiapan yang cukup matang dan terencana, kami menyajikan materi tersebut secara bergiliran. Nila menyampaikan Tokoh-tokoh AWK yang meliputi biografi, foto, pemikirannya, model analisisnya dan karya-karya mereka. Saya kemudian melanjutkan presentasi tentang ideologi dan konteks sosial. 
Pada awalnya ada kekhawatiran di hati saya (sebagaimana komentar Ibu), jangan-jangan apa yang kami paparkan tadi tidak membuat teman-teman dapat poin terkait dengan materi kami. Karena pada awal diskusi hanya muncul satu tanggapan dan satu pertanyaan. Tetapi begitu kami menjawab pertanyaan pertama mulailah muncul beberapa pertanyaan dati teman-teman. Tentu saja kami sudah siap untuk menjawab pertanyaan teman-teman dan memberi feedback terhadap tanggapan, bahkan untuk memperjelas kami berikan contoh-contohnya.

REFLEKSI SITI UMI SALAMAH 3

SITI UMI SALAMAH
P0500214008

REFLEKSI SAAT TIDAK ADA PERKULIAHAN
(23-2-2015)
Telah disampaikan oleh ketua kelas bahwa Ibu Gusna pada hari ini tidak bisa mengajar karena sedang tugas ke Bali.  Secara pribadi saya kecewa karena minggu ini adalah giliran kelompok saya (saya dan Nila) untuk mempresentasikan makalah kami tentang Tokoh-tokoh AWK, Ideologi dan Konteks Sosial. Tetapi saya mengambil hikmah dibalik itu, bahwa semakin panjang rentang waktu persiapan kami presentasi kami dapat mengeksplor lebih banyak bahan-bahan presentasi terutama Tokoh-tokoh AWK, baik biografi, foto, maupun karya-karya mereka. Dengan harapan materi kami yang sesungguhnya cukup padat dan banyak sekali cakupannya, dapat kami sampaikan poin-poin terpentingnya sehingga teman-teman memiliki gambaran yang lumayan utuh, sehingga bukan hanya kami yang mendalami materi tetapi teman-teman lain juga memiliki pemahaman seperti kami.
Karena telah diumumkan jauh hari sebelum tanggal 23 Pebruari, jadi pada hari ini kami semua sengaja tidak masuk pagi seperti biasa dan mulai belajar pada jam 10.00 WIT. Bagaimanapun juga kekosongan waktu pada hari ini cukup mengurangi perolehan wawasan dari Ibu yang biasanya beliau berikan berdasarkan pengalaman beliau maupun dari fakta-fakta yang beliau dapatkan.